Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Hanya Satu Senar


Assalamualaikum..
Taukah Kamu, jika kita memandang diri kita kecil, dunia akan terasa sempit, dan tindakan kita pun menjadi kerdil. Mari kita ubah pola pikir kita, memperbanyak action daripada hanya diam. Tak perduli gagal atau sukses yang kita peroleh sewaktu melakukan sebuah tindakan. Yang terpenting adalah kita telah memberikan yang terbaik yang kita miliki untuk mencapai tujuan kita.

Saya akan menuliskan sebuah kisah Motivasi yang mungkin dapat mengubah pola pikir kita yang awalnya gampang dan mudah menyerah menjadi pribadi yang lebih kuat dan tegar dari sebelumnya..

Bismillah

Hanya Satu Senar

Seorang pemain biola tersohor pada abad ke-19, bernama Niccolo Paganini, memainkan konser untuk pada pengagumnya yang memenuhi ruangan. Saat itu dia bermain biola dengan diiringi orkestra penuh.
Secara tiba-tiba salah satu senar biolanya putus. Keringat dingin mulai keluar membasahi dahinya, namun dia tetap memainkan lagu dengan biolanya.
Dengan sangat mengejutkan satu persatu senar biolanya putus hingga hanya tersisa 1 senar saja. Para pengagumnya menyadari bahwa Paganini tidak mungkin meneruskannya lagi, Lalu Paganini memberi hormat dan tetap melanjutkan alunan akhir dari lagunya dengan biola yang hanya memiliki satu senar. Dengan mata berbinar Paganini berteriak "Paganini dengan satu senar!". penonton yang menyaksikan hal tersebut segera bertepuk tangan dan berkata "Hebat, Hebat Sekali"
Kemudian Paganini menaruh biola didagunya kemudian mulai melanjutkan bagian akhir dari lagunya tersebut dengan begitu indah.

Memang benar bahwa hidup kita dipenuhi dengan permasalahan, kekhawatiran, kekecewaan dan banyak hal yang tidak baik. Secara jujur, kita seringkali mencurahkan terlalu banyak waktu untuk memperhatikan senar kita yang putus dan kepada segala sesuatu yang dirasa tidak dapat diubah. Namun sampai kapankah kita terus memikirkan, memperhatikan senar-senar yang putus dalam hidup kita? Apakah senar terakhir walau hanya satu itu nada dan bunyinya tidak indah lagi?
Apabila demikian, janganlah terus melihat kebelakang, majulah terus kedepan dan mainkanlah senar yang tersisa dengan nada yang lebih indah dari yang mereka bayangkan.

Marilah kita bangkit dari kejatuhan, keterpurkan, kekecewaan, Marilah bersama kita bangun dari mimpi gelap yang terus menghambat langkah kita menemui terang, Marilah bersama kita bergerak dari sebuah angan-angan yang selalu membatasi gerak kita dari kata "Mungkin". Marilah sahabat kita berbuat dan lukislah kembali kain kanvas kita perbaiki warnanya agar terlihat lebih indah dari sebelumnya, Semangat! ง^•^ง

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar